Rahasia Dibalik Waktu Shalat

Apabila filosofi waktu shalat itu bisa kita maknai dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kita akan menjadi orang yang terpelihara dari keburukan, dan akan sukses dalam kehidupan.

Hal yang menyebabkan shalat belum banyak membawa pengaruh adalah karena spirit of shalat belum diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus melakukan suatu perenungan dan penerjemahan ulang dari makna shalat itu sendiri. Mengapa shalat fardhu dilaksanakan lima kali dan dalam pos waktu yang berbeda?


Shalat Shubuh yang dikerjakan sekitar jam setengah lima pagi, mengandung indikasi bahwa kita harus memulai aktivitas sepagi mungkin dan tidak boleh bermalas-malasan. Setiap shalat selalu pula diawali ucapan takbir. Itu pun mengandung indikasi bahwa kita harus membuka hari dengan takbir. Jangan ada kata-kata lain yang diucapkan sebelum takbir. Dengan dibukanya hari kita dengan Allahu Akbar, insya Allah hari kita menjadi berkah. Nilai filosofis shalat Shubuh sangat berkaitan erat dengan dunia kerja. Dengan shalat Shubuh, kita harus ke pasar sepagi mungkin, ke kantor tidak akan terlambat, dan ke jalan tidak akan terlalu macet. Ini mengandung arti pula bahwa kita harus menjadi yang terdepan dan yang pertama; we have to be the first.


Kedua adalah shalat Dzuhur. Waktu shalat Dzuhur merupakan waktu puncak dalam beraktivitas. Melalui shalat Dzuhur kita diingatkan kembali kepada Allah yang membagikan rezeki. Hikmah shalat Dzuhur di tengah pasar adalah Allah akan menggerakan hati manusia untuk menjatuhkan pilihannya kepada kita yang berjualan.


Memasuki sore hari, kita berjumpa dengan shalat Ashar. Pada saat inilah kita mulai menghitung untung rugi, dan kadangkala hati kita mulai bimbang, konsentrasi hilang, dan rasa lelah mulai menyerang. Di sinilah kita harus kembali membesarkan Allah lewat shalat Ashar. Hikmahnya dalam mengevaluasi hasil, kita harus selalu ingat pada Allah. Kalau untung kita harus bersyukur, dan kalau rugi kita sabar. Harus diingat pula kita harus menghitung, apakah ada hak orang lain yang terambil.


Berikutnya adalah shalat Maghrib. Dalam shalat Maghrib terdapat pengejawantahan nilai sosial dari shalat, yaitu kita harus konsen kepada keluarga. Shalat Maghrib berjamaah itu sangat baik untuk mendekatkan hubungan kita dengan keluarga.


Yang kelima adalah shalat Isya, sebagai shalat terakhir menjelang kita tidur. Di sini kita harus membesarkan dan mengagungkan Allah Swt. Hikmahnya we must closing our day with Allahu Akbar. Kita harus membuka dan menutup hari dengan kalimat takbir.

Apabila semua itu bisa kita maknai dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kita akan menjadi orang yang terpelihara dari keburukan, dan akan sukses dalam kehidupan.

0 komentar:

Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini, selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Sungguh, kami berbuat di jalan Allah SWT untuk kemaslahatan seluruh manusia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta. Sesaat kami tak akan pernah menjadi musuh kalian. [Hasan Al-Banna]




Hidup mengajari kita tentang makna bersyukur di fajar hari, juga tentang kerja keras di terik siang, tersenyum saat senja menjelang, serta merasa damai ketika terlelap dalam malam. DIA tahu lelahnya ragamu hari ini, DIA juga tahu berkurangnya jatah bersantai yang harus kau nikmati. DIA sangat tahu, bahkan lebih dari yang kau tahu, tapi kau harus tetap tersenyum, karena ternyata senyummu telah terbalas oleh-Nya.




Jangan memandang sebelah mata mereka yang saat ini terlarut dalam lalai, karena kita tak pernah tahu, esok atau lusa justru mereka lebih mulia di antara kita. Jangan berhenti berdoa dan saling mengingatan. Jangan pernah pandang sebelah mata mereka yang terbatas ilmunya, karena kita tak pernah tahu, justru merekalah yg paling banyak amalnya diantara kita. Sesungguhnya ilmu tanpa amal bagai petir yang tak menghasilkan hujan. Jangan berhenti untuk belajar dan beramal. Sesungguhnya bukan mata itu yang buta tapi hati yang ada di dalam dada. Selamat melepas pakaian kesombonganmu. Selamat mencintai siapa pun karena Allah.




Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan saudara tanpa harga. Alangkah nikmatnya tautan hati yang terjalin nyaris tanpa kusut, mengalir sempurna ibarat air dari ketinggian, tak peduli panas atau hujan. Walau ia bukan sosok yang sempurna tapi ia akan tetap mengalun sesuai melodinya. Tanpa cela, tanpa noda, tulus dengan ketulusannya serta indah dengan segala keindahannya. Semoga ukhuwah ini tetap terjaga sampai ke jannah-Nya.




Yaa Rabb, sesungguhnya Engkau yang menggerakkan hati mereka untuk mencintaiku, maka kuatkan dan tetapkanlah hatiku agar tak lalai akan cinta-Mu. Yaa Rabb, sesungguhnya Kau yang mengirimkan mereka sebagai pelindungku, maka kuatkan langkahku untuk teguh memegang agama-Mu. Yaa Rabb sesungguhnya Kau yang memberikan waktu untukku, maka ingatkanlah aku bahwa kematian akan datang menemuiku kapan saja. Yaa Rabb, jika malam ini napasku berhembus tak kan ku dustakan cinta-Mu, tak kan ku lalaikan amanah dari-Mu dan tak kan ku siakan waktu dari-Mu. Maka ampuni aku yaa Rabb. Dan jika esok Kau masih berkenan kembali membangunkanku, tolong tegur aku untuk tetap teguh berjuang hanya untuk-Mu.

Arrahmah.Com

Award Pertama

Isi ini yaa..!!!


ShoutMix chat widget